Hi-tech Mall | Komunitas Informasi & Edukasi IT

Hi-tech Mall | Komunitas Informasi & Edukasi IT

MUGI Surabaya Gelar Workshop Internet Sehat Bagi Dunia Pendidikan

Mugi Surabaya – Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh hikmah, bagi Mugi Surabaya tanggal 28 Agustus 2010 merupakan momentum bersejarah dalam memberikan pengabdian bagi masyarakat. Salah satunya ialah membuat gebrakan dengan menggelar kegiatan workshop dengan topik “Internet Sehat Bagi Dunia Pendidikan” yang digelar di Pasar Buku Indonesia Cerdas (PBIC) – Kapas Krampung Plaza (KAZA), Jl. Kapas Krampung No. 45 Surabaya.

Uniknya, tim Mugi Surabaya juga hanya memiliki waktu persiapan selama tujuh hari dalam mempersiapkan penyelenggaraan, dan berawal dari sebuah diskusi ringan yang berujung tantangan untuk menggelar sebuah event besar dari pihak P.T PP selaku developer pembangun KAZA. Tentunya kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh pihak Mugi yang saat itu sedang diwakili oleh Cak Petrus Hariyanto, seorang mantan journalist yang kini menjadi konsultan media namun memiliki perhatian dalam perkembangan aktivitas Mugi Surabaya dan memberikan waktu dan dedikasinya bagi perkembangan Mugi. Secara riil hanya ada waktu selama empat hari sebelum hari H dalam mempersiapkan diri, baik secara teknis atapun promosi. Hal ini disebabkan masalah persetujuan secara formal, yang baru disahkan pada hari senin 23 Agustus 2010.

Sisa waktu yang begitu singkat tidak menyebabkan Mugi Surabaya untuk berhenti bertindak, dengan aksi modal nekat (bondo nekat/bonek), yang menjadi ciri khas semangatnya arek-arek suroboyo, maka semua harus dilaksanakan dengan cepat dan seksama. Tidak tanggung-tanggung, publikasi dengan melakukan release lewat media koran nasional Jawa Pos, menjadi opsi utama yang harus dilakukan. Untunglah jalinan komunikasi yang dibangun dengan rekan-rekan media bisa menjadi salah satu senjata utama bagi Mugi Surabaya dalam mensosialisasikan kegiatan. Bahkan di beberapa portal berita online salah satunya seperti di beritasurabaya.net, gaung kegiatan tersebut sempat menarik perhatian pembaca.

AGENDA KOTA OKKliping  Release Halaman Metropolis Jawa Pos 25 Agustus 2010

Antusiasme penyelenggaraan acara juga memberikan energi bagi pihak-pihak tertentu. Salah satunya ialah dukungan dari EduNet (Education Internet), sebuah warung internet yang fokus *** dalam memberikan edukasi dan pendidikan internet sehat di wilayah Surabaya dan Sidoarjo pada umumnya, dan disekitar Jalan Pulosari (wilayah sentra pasar dan industri sandal sepatu) pada khususnya. “Acara tersebut sudah terdengar di kalangan guru dan murid-murid yang menjadi pelanggan Edunet, malahan nanti akan kita bantu masalah materi publikasi cetak lainnya, lagipula anak-anak Mugi sudah menjadi bagian keluarga EduNet”, ujar Cak Zurqoni yang menjadi Managing Director and Owner EduNet dan juga merupakan mantan jurnalis media cetak serta berita online terbesar di Indonesia.

Dengan mengusung tema “Internet Sehat Bagi Dunia Pendidikan”, para punggawa Mugi Surabaya dengan sepakat mendaulat cak Andik Susilo arek Jawa Timur yang menyelundup lewat Mugi Bandung menjadi pembicara utama yang tampil dalam workshop tersebut. Apalagi saat penyelenggaraan pada hari H, dukungan acara dari beberapa pihak, salah satunya dari Axioo menjadi salah satu warna acara unik yang bisa dipersembahkan bagi audience. Walaupun acara baru akan dimulai pada jam 09.30 wib, para peserta sejak jam 08.00 sudah banyak yang melakukan registrasi ulang di meja panitia. Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap acara cukup besar, padahal sosialisasi boleh dibilang hanya seadanya, mengingat keterbatasan waktu. Namun mampu menyedot pengunjung sebanyak lebh dari 200 peserta, hanya dalam waktu empat hari.

Registrasi

Suasana Proses Registrasi Ulang Di Meja Panitia

Sebagai pembuka acara, maka pak Yohanes Widodo dari P.T Terra Indonesia mempresentasikan PC For Teacher sebagai pembuka wawasan bagi para peserta yang hadir, apalagi peserta yang ada mayoritas berprofesi sebagai tenaga guru sesuai dengan segmentasi peserta. Uniknya,pada kegiatan tersebut, banyak *** diikuti guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), yang hadir dan memberikan antusiasme terhadap perkembangan teknologi. “Saya ini butuh wawasan komputer sama internet, apalagi anak sekarang ini walaupun masih kecil, tapi kalo didepan komputer sudah pinter buat membuka yang aneh-aneh. Jadi kita sebagai orangtua, butuh sesuatu yang riil dan praktis sebagai pengetahuan untuk aktivitas teknologi dirumah setiap hari, serta agar nggak jadi orangtua yang gaptek,” ujar ibu Cicik, peserta yang juga guru PAUD diwilayah Pulo Wonokromo Surabaya, saat diwawancarai oleh Mugi Surabaya.

Dan sebagai bintang utama acara tersebut, akhirnya Cak Andik mempresentasikan materi Internet Sehat bagi para peserta, dengan menampilkan penggunaan Browser Internet bagi anak-anak, cara melakukan pengaturan account, dan memanfaatkan fungsi UAC pada Windows 7. Dengan bahasa Indonesia yang masih berlogat Jawa Timur yang agak kental, membuat suasana acara lebih hangat, maklum Cak Andik rupanya arek asli dari Madiun. Dan semakin menarik karena banyak peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber seputar masalah penggunaan dan program komputer yang direkomendasikan bagi anak-anak.

andik 1 andik 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gaya Cak Andik saat manggung

 

peserta 1 peserta 2

peserta 3 Gaya para peserta yang bertanya kepada narasumber

Kejutan lain yang berhasil disuguhkan kepada para peserta ialah kehadiran wakil dari Diknas Provinsi Jawa Timur, Bpk. Drs. Bambang Sugiyanto MPd, yang mewakili Kepala Dinas namun berhalangan hadir karena harus mengikuti tugas diklat. Apresiasi peserta semakin meningkat, karena membuktikan bahwa workshop yang diikuti memilki bobot perhatian yang sangat khusus. “Saya sangat berterimakasih kepada MUGI Surabaya dan juga para pemerhati pendidikan, yang hadir dalam acara tersebut. Karena kegiatan ini termasuk langka, dan jarang sekali ada perhatian yang besar dari masyarakat untuk mengikuti kegiatan serupa. Namun apa yang dihadirkan oleh rekan-rekan yang ada lewat kerja kerasnya, begitu luar biasa hasilnya,” ujar pak Bambang dalam kata sambutannya.

Bahkan pria yang hadir dengan baju batik warna coklat tersebut juga berharap agar para guru dan orangtua harusnya mengikuti acara serupa apabila digelar kembali, hal ini dimungkinkan karena masih banyak pihak yang tentunya tidak dapat hadir mengikuti kegiatan tersebut. Apalagi pihak Diknas memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh rekan-rekan Mugi Surabaya.

diknas 1 diknas 2

Photo 1 : Ning Henita (Microsoft) memberikan sertifikat penghargaan kepada Bpk. Drs. Bambang Sugiyanto MPd

Photo 2 : Pak Bambang memberikan sambutan didampingi Cak Andik Susilo dan Cak Petrus Heriyanto,

diknas 3 diknas 4

Photo 3 : Cak Ditya, Cak Petrus, dan rekan dari Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Surabaya, saat menyambut kedatangan Pak Bambang sebelum naik ke atas panggung.

Photo 4 : Pak Bambang mendengarkan penjelasan potensi penyelenggaraan pendidikan oleh Bp. Dadang dari PBIC, yang ditemani oleh Ning Henita (Microsoft).

Hal lain yang menjadi perbedaan dalam pelaksanaan acara tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Namun biaya pendaftaran sebagai wujud partisipasi oleh peserta juga dikembalikan kepada para peserta dalam bentuk voucher belanja buku di kawasan Pasar Buku Indonesia Cerdas (PBIC). Sehingga sesaat acara sebelum digelar, banyak peserta yang meluangkan waktunya untuk berjalan-jalan menikmati koleksi buku yang ada, sambil membelanjakan vouchernya dan membawa pulang sebuah buku bagi masing-masing peserta. Sehingga terkadang ada kursi peserta yang sementara terlihat kosong, karena para peserta rupanya terlalu asyik berbelanja buku, dan menemukan koleksi buku yang selama ini susah dicari di toko buku biasa.

belanja 1 Peserta yang asyik memilih buku di salah satu outlet Mall PBIC - KAZA

peserta duduk 1 peserta duduk 2

Suasana peserta workshop pada jam pertama

Agar peserta tidak merasa rugi dan tertinggal dengan materi yang ada, maka pihak panitia juga memberikan softcopy terhadap materi dan beberapa program yang bisa menjadi bagian dalam dukungan gerakan Internet Sehat Bagi Dunia Pendidikan. Karena diberikan kesempatan dalam memperoleh softcopy, akhirnya banyak peserta yang antri untuk mendapatkan data dengan menitipkan flashdisk kepada pihak panitia yang bertugas sebagai operator notebook dan ahli dalam masalah penggandaan.

Tukang Pembajak Cak Elang, yang sempat menebar senyuman saat melakukan penggandaan

Akhirnya setelah semua acara usai, maka pihak panitia menyempatkan diri untuk melakukan pose bersama beberapa peserta sebagai wujud apresiasi dan penghargaan terhadap para peserta yang hadir. Dan untuk mengingat moment bersejarah dibulan Ramadhan, maka pihak panitia juga mengabadikan diri lewat jepretan kamera secara bergantian dengan berbagai macam pose di Backdrop panggung yang berukuran 2 x 8 meter.

pose Salah satu peserta yang mengabadikan diri lewat jepretan kamera. Kiri-Kanan: Cak Elang, Cak Ditya, Ibu Indah (guru SMPN 41 Surabaya), Ning Henita, Cak Petrus, Cak Andik

 

Aksi Pose Cak Andik:

narsis andik 1 narsis andik 2

Aksi Pose cak Petrus:

narsis petrus 1 narsis petrus 2

Aksi Pose Ditya:

narsis ditya 1 narsis ditya 2

 

Dibawah ini adalah rekaman photo candid rekan-rekan MUGI yang sedang bertugas, dan ada yang menyempatkan diri beristirahat. Pada photo sebelah kiri, terlihat wajah Cak Bayu, Cak Tommy, dan Cak Gembur (aditya) yang beristirahat karena kecapaian. Dan di foto sebelah kiri ada Ning Santi dan Cak Hendry yang sedang serius dalam mengatasi masalah berkas administrasi para peserta yang hadir. Dan yang dibawah adalah pose Cak Fadholi yang sedang menghitung uang untuk pendistribusian voucher belanja buku kepada tenant / outlet di mall PBIC.

panitia loyo 1 panitia loyo 2

Fadholi duit

Salah satu bukti kerja keras para perjuangan Mugi Surabaya yang harus menyiapkan acara dalam waktu empat hari ialah terforsirnya tenaga dan pikiran para panitia pendukung kegiatan acara. Seperti yang dialami oleh Cak Fadholi yang juga merupakan staff dan reporter radio swasta di Surabaya, dirinya sampai harus memanggil tenaga healthy massage untuk memulihkan stamina pasca kegiatan. Maklum dedikasinya terhadap acara, dan tanggung jawabnya terhadap profesi yang diembannya, membuat jejaka asli Rembang ini sempat melupakan kondisi fisiknya, sehingga harus “turun mesin” selama dua jam ditangan ahli pijat.

Fadholi

Mugi Surabaya berharap, mampu memberikan kejutan dan hal unik lainnya bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, serta masyarakat Surabaya pada khususnya. Sehingga dukungan dari berbagai pihak, menjadi salah satu penunjang dalam berkarya. Nantikan kabar lain dari Surabaya. (dty/*)

Post new comment

CAPTCHA

This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
12 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.
Nirwana Cell Nirwana Cell