Kasada dan Pluralisme
Lima ribu manusia yang berasal dari berbagai golongan, etnis dan agama, bersatu padu dalam kebersamaan dalam merayakan upacara persembahan hasil bumi dan pertanian kepada para dewa.
Pemangku Pura Luhur Poten Bromo, Prawoto mengatakan, secara khusus Kasada memang hanya diperuntukkan bagi umat Hindu saja. Namun, bagi siapapun yang ingin mengikutinya, tidak akan dilarang.
Upacara persembahan dengan kurban utama seekor kerbau yang dilarung ke dalam kawah gunung Bromo ini, telah memberikan pelajaran bagi manusia, untuk saling menghormati baik dengan sesama dan alam. Kasada juga telah menyadarkan manusia, tentang pentingnya ucapan rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi atau Tuhan.
Dengan mensyukuri apa yang telah diberikan Sang Hyang Widhi, niscaya manusia akan hidup damai, dalam kebersamaan serta keberagamaan budaya dan agama. (red)


Post new comment