Hi-tech Mall | Komunitas Informasi & Edukasi ICT

Hi-tech Mall | Komunitas Informasi & Edukasi ICT

ALL Program Art Kulture

 

PROGRAM SENI BUDAYA

MELALUI SISTEM BIMBINGAN DAN PELATIHAN

PENGEMBANGAN DIRI (EKSTRAKURIKULER) PADA SATUAN PENDIDIKAN SMP/MTsN PERIODE 2010

 

 

  1. PENDAHULUAN

 

  1. Rasional

Wilayah Aceh merupakan salah satu wilayah yang sangat strategis untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berorientasi pada pengajaran dan pelatihan untuk dapat berkreativitas dan berkompetensi secara kemandirian di bidang seni dengan memberdayakan sumber daya alam dalam pelestarian seni budaya yang sesuai dengan kebutuhan keberagaman adat istiadat budaya di masing-masing tempatan wilayah.

Hal tersebut diatas menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan keberdayaan didalam salah satu wilayah dengan penguatan kapasitas dan keutuhan khasanah kultur yang beragam dengan penerapan pola fikir berbasiskan adat-syariat yang memiliki nilai arah dan pandangan yang kompetensitasnya itu luas kedepan dengan pencerminan kapasitas dan karakteristik masyarakat Aceh yang arif dan bijak.

 

Dari hasil peningkatan kapasitas diri sumber daya manusialah sehingga sumber daya alam dapat terberdayakan, dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat Aceh itu sendiri dengan kecapakan hidup dan pola fikir yang mandiri kearah kehidupan yang lebih baik serta dapat mengikuti perubahan zaman teknologi yang semakin cepat, tepat guna dan berdaya guna serta  memiliki nilai investasi yang berkelanjutan kedepan.

 

Keberdayaan Masyarakat untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berorientasi pada penerapan pelatihan untuk dapat berkompetensi secara kemandirian di bidang seni dengan memberdayakan sumber daya manusia dan alam dalam pelestarian seni budaya yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan keberagaman adat istiadat budaya di masing-masing tempatan wilayah khususnya yang memiliki nilai profesi seni budaya.

Penerapan Seni Budaya yang berorientasi pada Kecakapan Hidup (life skill) di wilayah Aceh masih sangat minim perhatian antar berbagai pihak yang mengarah pada kebijakan secara partisipatori dari pihak-pihak terkait yang seprofesi dalam ruang lingkup masyarakat Aceh itu sendiri dan itu disebabkan oleh keadaan dan faktor ekonomi, sosial dan budaya dalam kehidupan keseharian mereka sehingga kehidupan masyarakat itu semakin terpuruk dengan keadaan dan situasi globalisasi yang semakin cepat mengalami perubahan total sehingga mayoritas generasi penduduk Aceh khususnya yang berdomisili di wilayah pedalaman dan perkotaan  tidak mampu mengikuti perubahan persaingan produktivitas globalisasi.

 

Dengan adanya desain pelaksanaan program-program pengembangan di AFY dan mendapat dukungan antar pihak terkait pemerintah dan lembaga-lembaga seprofesi khususnya  untuk program pengajaran dan pelatihan seni budaya mampu mengarah pada peningkatan kapasitas pengembangan sumber daya manusia yang diikuti oleh berbagai unsur lapisan masyarakat sestempat para pelajar-mahasiswa, masyarakat profesi seni, seniman dan budayawan Aceh dapat tercapai dalam memberdayakan potensial sdm dan sda diseluruh wilayah Aceh secara adil dan merata (adm*).

 

  1. Latar Belakang

Pengembangan kapasitas diri masyarakat Aceh melalui bidang seni budaya belum seutuhnya diterapkan secara menyeluruh baik di satuan pendidikan maupun di sekolah pendidikan swasta khususnya di wilayah Aceh hal ini dapat dilihat dari aspek kehidupan keseharian masyarakat Aceh yang masih minim memberdayakan kapasitas budaya setempat hal ini banyak dilihat dari sebaran berbagai media cetak dan media entertaimen baik audio maupun vidio yang merespon bahwa taraf pengembangan dan peningkatan kapasitas masyarakat Aceh masih sangat rendah karena kurangnya perhatian secara partisipatif antar berbagai pihak-pihak terkait dan itu juga disebabkan oleh lambatnya pembangunan sarana prasarana fasilitas yang sampai saat ini masyarakat Aceh rasakan, terlambatnya pembangunan bidang mutu pendidikan di Aceh juga di sebabkan oleh karakteristik masyarakat Aceh yang membutuhkan waktu untuk pemulihan psikologis masyasrakat Aceh yang ditimpa musibah konflik dan bencana gempa bumi dan tsunami yang hingga sekarang ini masih dirasakan oleh berbagai pihak yang efektivitasnya timbul pada regenerasi masyarakat Aceh tersebut.

 

Dengan adanya inisiasi partisipatori seluruh lapisan unsur masyarakat yang memang pada saat sekarang seiring bergulirnya waktu sedini mungkin membutuhkan dukungan oleh berbagai unsur lapisan pihak yang terkait baik itu dari masyarakat lingkup terkecil hingga sampai pada lingkup masyarakat skala besar khususnya pelajar, mahasiswa, guru, dosen, seniman dan budayawan untuk dapat lebih memotivasi para generasi dalam membangun Aceh yang berbasiskan adat dan budaya syariat yang disesuaikan dengan ciri khasanah kebudayaan wilayah Aceh setempat agar tujuan arah yang telah dicita-citakan bersama dapat sesuai dengan ketentuan dan kebijakan pemerintah dan dari generasi ke regenerasi dapat mereferensikan diri pada salah satu lembaga-lembaga seprofesi khusus bidang seni budaya agar dapat menjadi salah satu bahan pembelajaran kedepan.

 

Dengan adanya masukan ide dan gagasan dari lapisan unsur antar pihak dan juga sebaran-sebaran masukan dari berbagai media cetak dan media entertaimen baik audio maupun Tvidio yang dapat merespon secara bersama tentang permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan seni budaya setempat yang masih banyak kekurangan dalam hal pengayaan dan perbaikan moralitas masyarakat setempat disana-sini untuk meminimalisir kegagalan pembangunan mutu pendidikan seni budaya khususnya yang berbasiskan syariat adat yang sesuai dengan wilayah tempatan dan pada akhirnya berdampak pada kegagalan teknologi (gatek) yang sampai pada saat ini masih adanya simpang siur dengan situasi transisi delamatik pembangunan yang aktif dan kreatif di Aceh.

 

Dan hal-hal tersebut dapat menjadi bahan acuan untuk suatu pengembangan program seni budaya oleh tim kreativity seniman dan budayawan yang merupakan fungsi dan tugasnya sebagai salah satu tenaga pemikiran dan konsultasi untuk penelitian dan pengembangan dalam mendesain pelaksanaan program-program pengembangan Seni Budaya di Aceh khususnya dalam memberikan pengabdiannya kepada masyarakat dalam program pengajaran dan pelatihan seni budaya sehingga regenerasi mampu dan dapat mengarah pada peningkatan kapasitas pengembangan sumber daya manusia kearah kehidupan yang berbudaya dan bersyariat setara lebih berdaya guna serta arif dan bijak dalam menyikapi persoalan dan tantangan globalisasi kedepan dan juga dengan adanya program-program seni budaya khususnya program pengajaran dan pelatihan seni budaya dapat meningkatkan kapasitas pengembangan sumber daya manusia yang memiliki nilai kapasitas diri atau sumber daya manusia yang kreativ dan berkompetensi serta memiliki nilai investasi yang berkelanjutan kedepan dengan bertumpu pada ilmu pengetahuan teknologi tepat guna. 

 

  1. Tujuan Umum

Memberdayakan, mengembangkan dan meningkatkan potensi kapasitas sumber daya generasi ke regenerasi pelajar, mahasiswa dan masyarakat profesi seni berbasiskan adat dan berbudaya sesuai masing-masing daerah wilayah tempatan kearah kehidupan yang lebih baik sesuai dengan perubahan dan kemajuan zaman teknologi tepat guna melalui program pengajaran dan pelatihan yang bertujuan untuk memberdayakan dan menerapkan sistim pengajaran dan pelatihan bidang seni yang berbasiskan adat dan budaya sesuai dengan wilayah tempatan serta sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman.

 

  1. Tujuan Khusus
  2. Mengembangkan kreativitas dan kompetensi pelajar, mahasiswa dan masyarakat profesi seni setempat Melalui Seni Budaya
  3. Membangun kreativitas dan kapasitas sumber daya pelajar, mahasiswa dan masyarakat profesi seni melalui pembelajaran dan pelatihan pengembangan kapasitas diri berbasiskan adat dan budaya setempat
  4. Pengembangan Diri pelajar, mahasiswa dan masyarakat profesi seni melalui pemahaman dasar Entertaimen Arts (Audio dan Vidio Project) melalui teknologi tepat guna

 

  1. Tempat Pelaksanaan Program

Program seni budaya melalui sistem pengajaran dan pelatihan pengembangan diri ini dimulai sejak bulan Maret sampai dengan Mei 2010 bertempat di Sekolah-Sekolah, Studio dan Tempat Taman-Taman Pariwisata dan Kebudayaan wilayah Banda Aceh.

 

  1. Ringkasan Metodologi dan Teknik Pelaksanaan Program
  2. Mengembangkan kreativitas dan kompetensi pelajar, mahasiswa dan masyarakat profesi seni setempat Melalui Seni Budaya ;
  3. Memahami arti seni budaya dengan keutuhan khasanah kebudayaan wilayah setempat khususnya di wilayah Aceh ;
  4. Pelajar diberikan materi oleh para tim pengajar untuk dapat dijadikan salah satu bahan kerangka acuan referensi bagi pengembangan diri regenerasi Aceh.
  5. Dengan metode pembelajaran berdasarkan masalah yaitu dengan metode praktek, para tim pengajar sub.bidang seni memberikan dasar-dasar pemahaman tentang seni budaya dan bagaimana menerapkan dalam pelaksanaannya dilapangan dan bagi para pelajar diberikan kesempatan untuk berkreativitas tentunya sesuai dengan arahan dan bimbingan oleh tim pengajar sub.bidang seni
  6. Monitoring dan Evaluasi pelajar

 

  1. Membangun kreativitas dan kapasitas sumber daya pelajar, mahasiswa dan masyarakat profesi seni melalui pembelajaran dan pelatihan pengembangan kapasitas diri berbasiskan adat dan budaya setempat ;
  2. Pelajar Mampu memperagakan sesuai dengan sub. Bidang seni budaya yang diminati mereka dengan keutuhan khasanah kebudayaan wilayah setempat khususnya di wilayah Aceh ;
  3. Dengan diberikannya modul atau materi oleh para tim pengajar para pelajar sudah dapat menjadikan salah satu bahan kerangka acuan referensi bagi pengembangan diri regenerasi Aceh untuk penerapan kapasitas diri dengan mengacu pada penciptaan Karya Ilmiah Pelajar (KIP) .
  4. Setelah tim pengajar sub.bidang seni memberikan pelatihan dasar-dasar pemahaman tentang seni budaya dan bagaimana cara menerapkan dalam pelaksanaannya dilapangan dan bagi para pelajar diberikan kesempatan untuk berkreativitas tentunya sesuai dengan arahan dan bimbingan oleh tim pengajar sub.bidang seni dengan metode pembelajaran berdasarkan masalah yaitu dengan metode praktek, maka para tim pengajar sub.bidang seni membuat perlombaan di kelas untuk dapat di evaluasi dengan lebih teliti lagi tentang dampak tindakan penerapan selama pelatihan berlangsung dan pada akhirnya menghasilkan produktivitas pelajar yang kreativ dan kompeten.
  5. Monitoring dan Evaluasi pelajar

 

  1. Pengembangan Diri pelajar, mahasiswa dan masyarakat profesi seni melalui pemahaman dasar Entertaimen Arts (Audio dan Vidio Project) melalui teknologi tepat guna ;
  2. Pelajar Mampu Mandiri sesuai dengan sub. Bidang seni budaya yang diminati mereka dengan keutuhan khasanah kebudayaan wilayah setempat khususnya di wilayah Aceh ;
  3. Mampu membuat kajian yang teoritis dan relevan dengan membuat Bahan Penelitian Melalui Karya Ilmiah Pelajar (KIP) .
  4. Mampu membuat karya cipta yang kreativ dan kompeten.
  5. Mampu bekerja sebagai profesionalis bidang Entertaimen.
  6. Monitoring dan Evaluasi pelajar.

 

  1. Biaya Pelaksanaan Program

Rinciang Anggaran Biaya Program Pelatihan dan Pengajaran tersebut membutuhkan dana sebesar Rp. 5.100.000,- (Lima Juta Seratus Ribu Rupiah) dengan rincian sebagai berikut ;

 

No.

Uraian Kegiatan

Rincian Anggaran Biaya

Volume @

Harga Satuan (Rp)

  1.  

Seni Tari Kreasi

 

 

 

 

- Tari Kreasi (Aceh)

1

Set

1.300.000,-

 

- Musik Pengiring Tari Kreasi (Aceh)

1

Set

1.000.000,-

 

  Sub Jumlah

1

Paket

2.300.000,-

 

 

 

 

 

  1.  

Seni Musik Ansambel / Campuran

 

 

 

 

- Musik Akustik kolaborasi Etnik dan Modern

1

Set

1.500.000,-

 

- Orkestra

1

Set

1.300.000,-

 

  Sub Jumlah

1

Paket

2.800.000,-

 

 

 

 

 

 

Total (Rp)

2

Paket

5.100.000,-

 

  1. Penutup

Dengan adanya dukungan antar berbagai pihak terkait khususnya bidang seni budaya dapat dilestarikan secara berkesinambungan agar dapat tercapai yang telah dicita-citakan bersama untuk membangun regenerasi Aceh yang mulia dan bermartabat kedepan sesuai dengan adat dan budaya Aceh yang merupakan salah satu bentuk karakteristik sikap mentalitas dan perilaku regenerasi Aceh yang berbudi luhur dan mampu menjawab perubahan globalisasi kedepan dengan teknologi tepat guna dan tepat sasaran.

 

By

Junirullah

Nirwana Cell Nirwana Cell